Press Release

Jakarta, 8 Desember 2020

Pacu Investor Datang, Iklim Investasi dan Pasar Energi Terbarukan Harus Diperbaiki

Pandemi Covid-19 membuat anggaran negara terkuras. Di sisi lain transisi energi terbarukan harus terus berjalan untuk pemulihan ekonomi yang berkelanjutan. Para pemangku kebijakan dituntut untuk menciptakan iklim kebijakan investasi yang mengutamakan pembangunan lapangan pekerjaan.

Saat ini Indonesia sudah bekerjasama dengan publik yaitu PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan pihak swasta dari ENGIE Energy Indonesia. Namun seiring dengan menurunnya permintaan listrik selama pandemi Covid-19, sumber pendanaan investasi dari pemerintah dan hubungan bilateral juga menurun karena memburuknya laporan keuangan sektor energi di Indonesia.

Menurut riset yang dilakukan oleh Penulis World Energy Investment Country Focus, Lucila Arboleya, untuk menarik investor di masa pandemi, Indonesia harus memperbaiki pasar energi terbarukan. Salah satu caranya adalah dengan menciptakan kebijakan industri yang mempertimbangkan daya saing Indonesia dan lapangan kerja luas.

“Harus melihat daya saing Indonesia, jadi pemerintah harus menyediakan model pendanaan lebih baik untuk PLN tujuannya untuk menarik investor PLN. Setelah itu bentuk kerangka kerja investasi untuk energi terbarukan,” kata Lucila.

Menurut Lucila, apabila rekomendasi itu dipenuhi, Indonesia dapat mengakses pembiayaan dari hubungan bilateral maupun multilateral.

Agar proyek energi terbarukan dapat membuka banyak lapangan pekerjaan, maka pemerintah pusat harus mendukung program-program energi terbarukan di daerah. Saat ini pemerintah sudah memfasilitasi pendanaan proyek energi terbarukan pemerintah daerah dengan beberapa program pendanaan dari PT SMI.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga memfasilitasi bantuan untuk pemerintah daerah untuk melengkapi persyaratan yang diajukan oleh investor. Deputi Bidang Kerjasama BKPM, Riyatno mengatakan BKPM berupaya memberikan layanan terbaik dan juga dengan menyederhanakan proses perizinan dan mempercepat izin dan layanan bagi investor pemerintah daerah.

To Attract Investors, Investment Climate and Renewable Energy Market Must Improve

Covid-19 pandemic has drained the state budget. On the other hand, the renewable energy transition must continue for a sustainable economic recovery. Stakeholders are expected to create investment policies that prioritize employment.

In the meantime, Indonesia has collaborated with the public, namely PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) and the private sector ENGIE Energy Indonesia. However, along with the decline in electricity demand during Covid-19 pandemic, investment funding from the government and bilateral relations also declined due to the deterioration of the energy sector financial reports in Indonesia.

According to research by Lucila Arboleya—the author of World Energy Investment Country Focus—Indonesia must improve the renewable energy market to attract investors during the pandemic. One way to achieve this is by creating industrial policies that take into account Indonesia's competitiveness and large employment opportunities.

"We must look at Indonesia's competitiveness, so the government must provide a better funding model for PLN to attract PLN investors. After that, create an investment framework for renewable energy," said Lucila.

According to Lucila, if the condition is met, Indonesia can access funding from bilateral and multilateral relations.

For renewable energy projects to open up job opportunities, the central government must support renewable energy programs in the local areas. As of today, the government has facilitated the funding for renewable energy projects in local governments through several funding programs from PT SMI.

The Investment Coordinating Board (BKPM) also assists local governments to complete the requirements put forward by investors. BKPM’s Deputy for Cooperation, Riyatno, said that BKPM strives to provide the best service, simplify the licensing process, and speed up the permission and services for local government investors.

IETD is an IESR and ICEF initiative

 

Institute for Essential Services Reform (IESR)

Jl. Tebet Barat Dalam VIII No. 20B, Jakarta Selatan

Indonesia

General Inquiry: icef@iesr.or.id

P. +62 21 - 22323069

©2020 by Indonesia Clean Energy Forum (ICEF) in association with IESR

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • LinkedIn