light-bulb-4297600_1280.jpg

Ideathon 2.0

Road to IETD 2021

Rangkaian kompetisi menyongsong gelaran Indonesia Energy Transition Dialogue  (IETD) 2021 dengan semangat mendorong dekarbonisasi Indonesia menuju bebas emisi karbon pada tahun 2050. (lebih lanjut)

16 Juli - 3 September 2021

Total hadiah: Rp. 80.000.000,00

Ideathon copy.jpg

Selayang pandang tema Ideathon 2.0 | Road to IETD 2021

Dekarbonisasi Indonesia menuju bebas emisi karbon pada tahun 2050

Apa itu dekarbonisasi?


Dekarbonisasi adalah upaya mengurangi emisi karbon yang dihasilkan saat pembakaran bahan bakar fosil




Mengapa perlu memulai dekarbonisasi sekarang dan mencapai bebas emisi karbon 2050?


Melihat kenaikan temperatur saat ini sudah mencapai 1.1 derajat celcius, upaya dekarbonisasi perlu dilakukan sedini mungkin sehingga mencapai bebas emisi karbon sebelum 2050 untuk menjaga kenaikan temperatur di bawah 1.5 derajat celcius sesuai dengan Paris Agreement. Di antara sektor-sektor penghasil emisi karbon, sektor energi memiliki laju pertumbuhan emisi GRK tertinggi dan diproyeksikan akan menjadi penyumbang emisi terbesar di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang signifikan di sektor ini. Oleh karena itu, dekarbonisasi sistem energi melalui penggunaan 100% energi terbarukan sangat penting dan mendesak untuk dilakukan.




Seperti apa peta jalan mencapai nol-emisi karbon 2050?


Tahap 1 (2020-2030)
Sektor Ketenagalistrikan

  1. Tidak ada pembangunan PLTU baru kecuali 11 GW yang sudah ada di pipeline
  2. Instalasi 100 GW panel surya
  3. 2 GW prosumer panel surya
Sektor Industri
  1. Penggunaan biomassa dan penghangat (heating) listrik
Transportasi
  1. Peningkatan campuran (blending) biofuel
  2. 70-100 juta Sepeda motor listrik baru
Tahap 2 (2030-2045)
Sektor Ketenagalistrikan
  1. 100% energi terbarukan, penyimpanan baterai skala utility
  2. Program pensiun batubara (coal retirement)
  3. Instalasi 200 GW elektroliser
  4. Penyimpanan CO2 dan DAC untuk menghasilkan bahan bakar sintetis
Sektor Industri
  1. Penggunaan biomassa dan penghangat (heating) listrik
  2. Penggunaan bahan bakar sintetis
Transportasi
  1. 50 juta mobil listrik, kereta listrik
  2. 190 juta Sepeda motor listrik
Tahap 3 (2045-2050)
Sektor Ketenagalistrikan
  1. 100% energi terbarukan dilanjutkan
Sektor Industri
  1. Manajemen heat recovery
  2. Peningkatan penggunaan bahan bakar sintetis
Transportasi
  1. Peningkatan produksi metana dan hidrogen berbasis listrik dua kali lipat